Api!
Pegang dadamu! Adakah api yang masih menyala di sana? Pernah kah dia berhenti sekalipun engkau tidur? Tahunan kita hidup Mendongakkan kepala ke langit Membawanya ke tanah sambil mengelap pucat muka. Kesia-siaan sebab kita sibuk meramu pinta Sedikit sekali mengolah api di jiwa Sadarkah kita terlampau terlena.