Ketika Rasa Sayang Itu Pergi
" Apa yang akan kau lakukan saat rasa sayangku berkurang ? "
" meyakinkanmu "
Salahkah ku mengenalmu ?, ataukah waktu yang yang tidak tepat mempertemukan kita?. Terlalu cepat perasaan ini ada dan terlalu singkat pula rasa sayangmu bersemayam. Sepi sekarang setelah kau hilangkan perasaanmu kepadaku. Malam ini seperti malam-malam tujuh bulan lalu. Dimana ku hanya memenjarakan diri di kamar berharap bisa mendengar suara burung di malam sunyi.
Ada organ yang paling sensitif saat dirimu mengucap. Baik berkata "sayang", "kangen", dan "maaf, rasa sayngku berkurang". Lama terhanyut oleh kata-kata manjamu, sampai di detik ini lupa raga yang ditinggalm oleh jiwanya.
" Hai kamu, iya kamu. Kamu yang aku sayang"
Kalimat favorit dari sekian kalimat yang kau kirim via short massages. Akankah ada lagi pesan seperti itu saat ku buka ponsel ketika jenuh menghampiri hidup? Atau, "semangat inspirasiku, kamu pasti bisa"
Inspirasi... haha kata gombalku dulu sampai sekarang memang benar nyatanya. masih hangat di otak kanan, kalimat itu lahir ketika dirimu bertanya " siapa aku bagimu hingga kau buatkan video ini untuk aku?"
dan aku menjawab " karena kamu inspirasi bagiku "
"ha? inspirasi?"
"iya, inspirasi. kamu tau hakikat inspirasi?"
"gak tau"
"entah siapa dia, meski bukan siapa-siapa dan yang jelas memberi warna"
"oh.."
Kini inspirasiku kelabu dari sebelumnya mejikuhibiniu. Pasif. kamu pasti tau sebabku mempertahankan dirimu. "nafasku, ilmumu dan ibadahmu". meski sayangmu kepadaku menghilang ku tetap pada satu keyakinanku, berjuang untuk satu organ dalam badanmu-hati. Hingga ada satu inspirasi lain dan engkau bosan kepadaku disitu perjuanganku berhenti.
Sebenarnya di detik-detik, menit-menit, jam-jam suara atau smsku menghilang darimu, engkau masih di hatiku. Hanya saja pemikiranmu berbeda. Ataukah rasa bosan menghinggapi hatimu. Hingga membuat rasa istimewa itu lenyap.
Aku masih percaya, sayang yang tulu tak akan mati. Akan tetap abadi. berharap ketulusan itu terlahir saat kau pertama menatapku.
Avist, 3:53 AM
" meyakinkanmu "
Salahkah ku mengenalmu ?, ataukah waktu yang yang tidak tepat mempertemukan kita?. Terlalu cepat perasaan ini ada dan terlalu singkat pula rasa sayangmu bersemayam. Sepi sekarang setelah kau hilangkan perasaanmu kepadaku. Malam ini seperti malam-malam tujuh bulan lalu. Dimana ku hanya memenjarakan diri di kamar berharap bisa mendengar suara burung di malam sunyi.
Ada organ yang paling sensitif saat dirimu mengucap. Baik berkata "sayang", "kangen", dan "maaf, rasa sayngku berkurang". Lama terhanyut oleh kata-kata manjamu, sampai di detik ini lupa raga yang ditinggalm oleh jiwanya.
" Hai kamu, iya kamu. Kamu yang aku sayang"
Kalimat favorit dari sekian kalimat yang kau kirim via short massages. Akankah ada lagi pesan seperti itu saat ku buka ponsel ketika jenuh menghampiri hidup? Atau, "semangat inspirasiku, kamu pasti bisa"
Inspirasi... haha kata gombalku dulu sampai sekarang memang benar nyatanya. masih hangat di otak kanan, kalimat itu lahir ketika dirimu bertanya " siapa aku bagimu hingga kau buatkan video ini untuk aku?"
dan aku menjawab " karena kamu inspirasi bagiku "
"ha? inspirasi?"
"iya, inspirasi. kamu tau hakikat inspirasi?"
"gak tau"
"entah siapa dia, meski bukan siapa-siapa dan yang jelas memberi warna"
"oh.."
Kini inspirasiku kelabu dari sebelumnya mejikuhibiniu. Pasif. kamu pasti tau sebabku mempertahankan dirimu. "nafasku, ilmumu dan ibadahmu". meski sayangmu kepadaku menghilang ku tetap pada satu keyakinanku, berjuang untuk satu organ dalam badanmu-hati. Hingga ada satu inspirasi lain dan engkau bosan kepadaku disitu perjuanganku berhenti.
Sebenarnya di detik-detik, menit-menit, jam-jam suara atau smsku menghilang darimu, engkau masih di hatiku. Hanya saja pemikiranmu berbeda. Ataukah rasa bosan menghinggapi hatimu. Hingga membuat rasa istimewa itu lenyap.
Aku masih percaya, sayang yang tulu tak akan mati. Akan tetap abadi. berharap ketulusan itu terlahir saat kau pertama menatapku.
Avist, 3:53 AM