Namanya Nadya
Gadis itu masih menggoda imajinasi lewat senyumnya. Deretan gigi putih dalam bingkai bibir tipis yang merekah. Tangan sedari tadi menempel di pipi, menemani khayalku yang berterbang. Ahh .. andai saja ku lebih lihai mencuri perhatiannya, mungkin beberapa digit nomer telah mengisi kontak baru.
Namanya Nadya. Perempuan berhijab yang mampu menuntunku melupakan masa kelamku. Dia, anugerah terindah yang pernah ada.
"Kenapa kok belum pulang?"
"masih hujan mas"
Oh my god, senyumnya..
"gak bawa jas hujan tha?"
"enggak mas"
"oh.. bentar.."
ku menghilang sekejap dari pandangannya. Aku menyibukkan diri mencari jas hujan merah yang terdapat logo dan nama salah satu brand es cream.
"ini.."
"enggak usah mas,terima kasih. Sudah agak redah hujannya"
"gak apa, bawa aja barang kali di jalan hujan"
"ya udah mas, ku bawa dulu ya?, terima kasih"
Dia menghampiri kendaraan dan menyalakannya. Nyala lampu kendaraan sesaat menyilaukan mata. Disusul bising suara knalpot. Perlahan suara itu mulai menghilang pertanda dia telah jauh dari posisiku saat ini. Kendaraan silir berganti membuntuti perginya. Kini ku sendiri lagi dan hanya dengan hiburan musik akustik.
beberapa saat kemudian petikan gitar akustik mengalun menjadi lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki-Sheila On 7. Jelas, suasana hati terasa hening.
" ada saat di mana mentari tenggelam
ada waktu saat bulan menggantikan
dunia tidak lain frame pergantian
derai hujan telah mereda
guratan-guratan pelangi pun tercipta
bersamanya hadir bidadari singgasana
bidadari itu berada di sini
berada tepat di dua bejana, pikiran dan hati
ku pandang indahnya ciptaan Tuhan
bukan karena dia seorang perempuan
melainkan Hawa dalam kehidupan "
haahh, waktu telah menunjuk pukul 21.30 saatnya ku harus membereskan pekerjaan mulai dari menganalisa hingga menjumlah pemasukan warnet hari ini sebelum pergantian shift. Mata semakin mengantuk, waktu pergantian shift semakin dekat. Namun, teman shift malam belum juga ada tanda-tanda kehadirannya. Biasanya sebelum datang, dia memngirim sms, telepon atau massage di medsos yang isinya candaan sebagai obat penawar kantuk. ok fix, aku siap menunggu walau sampai dua jam kedepan meskipun menunggu itu adalah hal yang membosankan. Setidaknya ada rasa pengertian dari aku ke dia. Aku dulu juga pernah telat, sampai satu jam, sering malahan.
sudah lupakan...
Pokoknya positif thinking deh.
Namanya Nadya. Perempuan berhijab yang mampu menuntunku melupakan masa kelamku. Dia, anugerah terindah yang pernah ada.
"Kenapa kok belum pulang?"
"masih hujan mas"
Oh my god, senyumnya..
"gak bawa jas hujan tha?"
"enggak mas"
"oh.. bentar.."
ku menghilang sekejap dari pandangannya. Aku menyibukkan diri mencari jas hujan merah yang terdapat logo dan nama salah satu brand es cream.
"ini.."
"enggak usah mas,terima kasih. Sudah agak redah hujannya"
"gak apa, bawa aja barang kali di jalan hujan"
"ya udah mas, ku bawa dulu ya?, terima kasih"
Dia menghampiri kendaraan dan menyalakannya. Nyala lampu kendaraan sesaat menyilaukan mata. Disusul bising suara knalpot. Perlahan suara itu mulai menghilang pertanda dia telah jauh dari posisiku saat ini. Kendaraan silir berganti membuntuti perginya. Kini ku sendiri lagi dan hanya dengan hiburan musik akustik.
beberapa saat kemudian petikan gitar akustik mengalun menjadi lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki-Sheila On 7. Jelas, suasana hati terasa hening.
" ada saat di mana mentari tenggelam
ada waktu saat bulan menggantikan
dunia tidak lain frame pergantian
derai hujan telah mereda
guratan-guratan pelangi pun tercipta
bersamanya hadir bidadari singgasana
bidadari itu berada di sini
berada tepat di dua bejana, pikiran dan hati
ku pandang indahnya ciptaan Tuhan
bukan karena dia seorang perempuan
melainkan Hawa dalam kehidupan "
haahh, waktu telah menunjuk pukul 21.30 saatnya ku harus membereskan pekerjaan mulai dari menganalisa hingga menjumlah pemasukan warnet hari ini sebelum pergantian shift. Mata semakin mengantuk, waktu pergantian shift semakin dekat. Namun, teman shift malam belum juga ada tanda-tanda kehadirannya. Biasanya sebelum datang, dia memngirim sms, telepon atau massage di medsos yang isinya candaan sebagai obat penawar kantuk. ok fix, aku siap menunggu walau sampai dua jam kedepan meskipun menunggu itu adalah hal yang membosankan. Setidaknya ada rasa pengertian dari aku ke dia. Aku dulu juga pernah telat, sampai satu jam, sering malahan.
sudah lupakan...
Pokoknya positif thinking deh.