Terhanyut Dalam Sakit Mu
Berbicara tentang angin yang perlahan berjalan menyapa muka.
Atau daun-daun bertaburan menutupi pasir
jalan kota. Gulungan awan merah membawa semuanya. Ada rasa risau ketika mereka
hadir dalam satu waktu. Detik masih terus berputar, namun awan tetap petang.
Handphone berkali-kali bersuara saat dirimu mulai merasa gundah. Rindu
tergantung dalam langkah kaki. Kapan aku mulai berjalan, melangkah keluar,
berdiri tegak menjadi sandaran. Gaduh sesaat menjadi sepi. Suasana langka di
jalanan kota ini. Menepinya beberapa orang menjaga nyala rokok agar tidak mati.
Teman hidup ketika yang lain tidak bisa mengerti.
Ada tekad tersendiri
lahir setelah menyeruput secangkir kopi hitam khas warung depan toko. Tekad itu
terletak pada kaki, melangkahi semua apapun yang akan terjadi. Walau hujan,
petir atau halilintar sekalipun, tak akan berhenti. Ku mengadu pada Tuhan
setelah mendengar panggilan merduNya,adzan.
Hendak ku tulis satu
kalimat dalam satu media. Sebagai pengganti apabila raga ini tidak bisa bertemu
dengannya. Enyahlah diriku dari perasaannya dikalahkan oleh pemikiran salah.
Bismillahirohmanirrohim...
Terdengar orang membaca al-qur'an secara tiba-tiba, pasti dia sms. Ku beri nada khusus ketika dia sms. Lalu buru-buru aku buka pesannya.
"dim, jadi kesini ta?"
niat hati ingin membalas 'jadi', tapi pulsa ini menjadi penghalang.
haduuhh, apa yang harus ku lakukan untuk saat ini. sial banget.Waktu yang terbuang. Andai semesta mendukung, pasti tak kan begini.
Ku tunaikan kewajiban kepada sang khalik. Berharap jalan ini diberi keluasan.Segera ku cari masjid atau tempat yang pas untuk sholat. Namun tak ada masjid di sekitar sini. Tidak apa lah sholat di emperan toko yang penting suci. Alhamdulillah di tasku masih ada sarung, baju cadangan dan sajadah. Rintik air hujan membasuh muka, kening, tangan dan kaki. Lalu ku ganti baju dan sarungku. berikutnya sajadah telah siap menjadi tempat pijakan. Allahu akbar.....
.......
Alhamdulillah sholat telah dilaksanakan. Segera ku buka handphone. gambar tanda amplop, tanda sms baru.
"dim kalau kamu gak jadi kesini gak apa-apa" haah. Semakin merasa susah dalam keadaan seperti ini.
Sms ke dua masuk. "dim aku...". Apa maksud sms ini? semakin tak mengerti.
Hujannya agak reda segera lepas pulang. Akhirnya sampai rumah.
menyingkap selimut di kamar yang sempit. Mengusir dinginnya hujan malam. Seolah membujukku melupakan kejadian hari ini
Bismillahirohmanirrohim...
Terdengar orang membaca al-qur'an secara tiba-tiba, pasti dia sms. Ku beri nada khusus ketika dia sms. Lalu buru-buru aku buka pesannya.
"dim, jadi kesini ta?"
niat hati ingin membalas 'jadi', tapi pulsa ini menjadi penghalang.
haduuhh, apa yang harus ku lakukan untuk saat ini. sial banget.Waktu yang terbuang. Andai semesta mendukung, pasti tak kan begini.
Ku tunaikan kewajiban kepada sang khalik. Berharap jalan ini diberi keluasan.Segera ku cari masjid atau tempat yang pas untuk sholat. Namun tak ada masjid di sekitar sini. Tidak apa lah sholat di emperan toko yang penting suci. Alhamdulillah di tasku masih ada sarung, baju cadangan dan sajadah. Rintik air hujan membasuh muka, kening, tangan dan kaki. Lalu ku ganti baju dan sarungku. berikutnya sajadah telah siap menjadi tempat pijakan. Allahu akbar.....
.......
Alhamdulillah sholat telah dilaksanakan. Segera ku buka handphone. gambar tanda amplop, tanda sms baru.
"dim kalau kamu gak jadi kesini gak apa-apa" haah. Semakin merasa susah dalam keadaan seperti ini.
Sms ke dua masuk. "dim aku...". Apa maksud sms ini? semakin tak mengerti.
Hujannya agak reda segera lepas pulang. Akhirnya sampai rumah.
menyingkap selimut di kamar yang sempit. Mengusir dinginnya hujan malam. Seolah membujukku melupakan kejadian hari ini